Sejarah

Sejarah FTK Unsada

Sejarah FTK tidak terpisahkan dari pendirian UNSADA. Pada 15 November 1965, kalangan senior alumni Jepang mendirikan Akademi Bahasa dan Kebudayaan Jepang (ABKJ), yang kemudian menjadi Akademi Bahasa Asing Melati Sakura—embrio UNSADA. Pada Maret 1986, rapat anggota PERSADA di Jakarta Pusat (dihadiri 60 anggota) sepakat mendirikan universitas baru. Panitia Pendiri dipimpin Indra Kartasasmita, dengan penasihat seperti Jenderal TNI (Purn.) Yoga Soegomo, Ginandjar Kartasasmita, dan lainnya.

UNSADA secara resmi berdiri pada 6 Juli 1986, diselenggarakan oleh Yayasan Melati Sakura di bawah Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ). FTK didirikan bersamaan dengan persetujuan KOPERTIS Wilayah III melalui surat No. 15/KOP.III/S.VII/1986, sebagai salah satu dari empat fakultas awal (bersama Sastra, Teknik, dan Ekonomi). Awalnya, FTK menawarkan program studi Teknik Perkapalan dan Teknik Sistem Perkapalan dengan status “Terdaftar” dan “Diakui”, kemudian “Disamakan” oleh DIKTI. Pada 2002, kedua program terakreditasi B oleh BAN-PT.

Sejak itu, FTK berkembang dengan kerjasama internasional, seperti sister university dengan Universitas Tokoshoku (Jepang) dan beasiswa dari Kementerian Pendidikan Jepang. Hingga kini, FTK terus menekankan teknologi kelautan untuk mendukung industri maritim Indonesia, dengan prestasi mahasiswa di bidang akademik dan olahraga nasional. Pada 2019, UNSADA menambahkan program pascasarjana Teknik Energi Terbarukan, yang melengkapi fokus FTK pada inovasi berkelanjutan.