Program Studi

FTK hanya menawarkan dua program studi sarjana (S1), keduanya berada di bawah jenjang Diploma IV (D-IV) awalnya sebelum naik ke S1, dengan durasi studi 4 tahun (144-160 SKS). Program-program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri maritim Indonesia, termasuk rancang bangun kapal, sistem permesinan, dan transportasi laut. Berikut rinciannya:

  • S1 Teknik Perkapalan Fokus pada aspek desain, konstruksi, produksi, dan perawatan kapal. Mahasiswa mempelajari rekayasa struktur kapal, hidrodinamika, material kapal, serta teknologi galangan kapal. Program ini menekankan keterampilan praktis seperti pengelasan, perancangan berbasis komputer (CAD/CAM), dan survey kapal. Kurikulum mencakup mata kuliah dasar seperti Matematika Teknik, Fisika Kelautan, Konstruksi Kapal, dan Proyek Akhir Desain Kapal. Fasilitas pendukung meliputi Laboratorium Uji Material dan Pengelasan, Lab Desain Struktur Kapal Berbasis Komputer, dan Lab Moldloft. Prospek lulusan: Engineer desain kapal di galangan kapal (PT PAL, Mitsubishi), surveyor di biro klasifikasi (BKI, Lloyd’s Register), atau konsultan maritim.
  • S1 Teknik Sistem Perkapalan Fokus pada sistem-mesin, kelistrikan, dan kendali kapal, termasuk permesinan utama, sistem propulsi, otomasi, dan manajemen operasional kapal. Kurikulum menekankan rekayasa sistem terintegrasi, seperti Mesin Kapal, Sistem Kelistrikan dan Instrumentasi, Termodinamika, serta Teknologi Energi Laut. Mahasiswa dilatih untuk menangani aspek operasional dan pemeliharaan kapal modern, termasuk teknologi ramah lingkungan seperti hybrid propulsion. Fasilitas mencakup Laboratorium Uji Material dan Teknologi Mekanik, Studio Gambar Teknik, dan Lab Komputer Simulasi Sistem. Prospek lulusan: Marine engineer di perusahaan pelayaran (Maersk, PT Pelindo), spesialis offshore di industri minyak/gas (Pertamina, Chevron), atau peneliti di bidang energi terbarukan laut.

Kedua program studi menerapkan metode pembelajaran Student-Centered Learning (SCL) dengan magang industri (khususnya di perusahaan Jepang), pelatihan bahasa Jepang, dan kesempatan studi lanjut (3+1 dengan Hiroshima University). Biaya kuliah relatif terjangkau, dengan beasiswa seperti Beasiswa Kemenristekdikti, Beasiswa Jepang (MEXT), dan Beasiswa Alumni Persada. Hingga 2025, FTK telah meluluskan ribuan alumni yang terserap >85% di industri maritim dalam 6 bulan pasca-wisuda, berkontribusi pada pembangunan tol laut dan industri kapal nasional.