Teknik Sistem Perkapalan

Profil

Program Studi S1 Teknik Sistem Perkapalan juga didirikan pada tahun 1986 sebagai bagian integral dari FTK UNSADA, melalui SK yang sama dengan Teknik Perkapalan (No. 15/KOP.III/S.VII/1986). Program ini lahir dari visi PERSADA untuk melengkapi pendidikan perkapalan dengan spesialisasi sistem-mesin, mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan ahli operasional kapal. Awalnya berstatus D-III/D-IV, program naik ke S1 pada 2002 melalui SK DIKTI No. 2097/D/T/2002 tanggal 20 Oktober 2002, setelah memenuhi kriteria operasional.

Sejarahnya selaras dengan perkembangan UNSADA, dengan penekanan pada kerjasama Jepang (magang di Kawasaki Heavy Industries sejak 1990-an). Pada 2007, program memperkenalkan konsentrasi ganda (permesinan dan kelistrikan/kendali) untuk adaptasi teknologi hybrid. Sejak 2016, kurikulum disesuaikan dengan KKNI dan SCL, termasuk MBKM untuk magang di PT Pelindo. Hingga 2025, program telah berkontribusi pada inovasi seperti sistem propulsi ramah lingkungan untuk kapal nelayan, dengan alumni terlibat di proyek offshore Blok Masela.

Akreditasi

Program terakreditasi B oleh BAN-PT berdasarkan SK No. 002/BAN-PT/Ak-V/III/2002 tanggal 8 Maret 2002 (perpanjangan hingga 2025 dengan skor >300 poin), mencakup aspek visi-misi, tata pamong, keuangan, dan mutu (ISO 9001:2015 di tingkat fakultas). Akreditasi ini dievaluasi ulang pada 2020 dengan fokus pada penelitian (publikasi Scopus >10 per tahun) dan kemitraan industri. Program juga diakui LAM Teknik PII untuk sertifikasi engineer profesional, setara dengan standar internasional IMarEST, memfasilitasi lisensi Marine Engineer Officer (STCW).

Hasil Pembelajaran

HPL/CPL Teknik Sistem Perkapalan mengikuti KKNI Level 6, dengan orientasi pada kompetensi sistem terintegrasi. Lulusan diharapkan mencapai:

  • Sikap (Attitude): Profesional, inovatif, dan sadar keselamatan (OHSAS untuk maritim), dengan komitmen pada etika lingkungan dan kerjasama internasional.
  • Pengetahuan (Knowledge): Mendalam tentang termodinamika, sistem propulsi (diesel, gas turbine), otomasi kapal (PLC/SCADA), dan energi alternatif (fuel cell, LNG). Termasuk regulasi IMO untuk emisi rendah.
  • Keterampilan (Skills): Mampu merancang dan memelihara sistem permesinan kapal (menggunakan software seperti ANSYS untuk simulasi), troubleshooting kelistrikan, manajemen fleet, dan audit energi. Soft skills mencakup leadership dalam tim multikultural dan analisis risiko berbasis AI.

Penilaian melalui praktikum lab, sertifikasi kompetensi (misalnya Chief Engineer prep), dan proyek akhir menjamin 85% lulusan siap kerja sebagai Sistem Engineer, dengan tingkat kepuasan industri >90%.